Categories: Info Sehat

by admin

Share

Categories: Info Sehat

by admin

Share

Serangan jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang bertanya, sebenarnya siapa yang lebih mudah terkena serangan jantung: pria atau wanita?

Jawabannya tidak sesederhana itu. Secara umum, pria memang cenderung mengalami serangan jantung lebih awal dibanding wanita. Namun, setelah memasuki usia menopause, risiko wanita bisa meningkat dan bahkan menyamai pria.

Mengapa Pria Lebih Berisiko di Usia Lebih Muda?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria memiliki risiko serangan jantung lebih tinggi pada usia produktif, terutama di bawah 55 tahun. Salah satu penyebab utamanya adalah faktor hormon. Wanita memiliki hormon estrogen yang membantu melindungi pembuluh darah dan menjaga kadar kolesterol tetap lebih stabil sebelum menopause.

Menurut American Heart Association, pria memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner pada usia lebih muda dibanding wanita.

Selain faktor hormon, gaya hidup juga berperan besar. Di Indonesia, kebiasaan merokok masih jauh lebih tinggi pada pria. Merokok merupakan faktor risiko utama serangan jantung karena dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.

Bagaimana dengan Wanita?

Meskipun pria lebih sering terkena di usia muda, bukan berarti wanita lebih aman. Setelah menopause, kadar estrogen menurun. Akibatnya, perlindungan alami terhadap jantung juga berkurang.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama pada wanita, termasuk di atas usia 65 tahun.

Yang perlu diperhatikan, gejala serangan jantung pada wanita sering kali berbeda dan lebih “tidak khas”. Jika pria umumnya merasakan nyeri dada hebat, wanita bisa mengalami:

  • Nyeri di punggung atau rahang

  • Mual dan muntah

  • Sesak napas

  • Rasa lelah ekstrem

Karena gejalanya tidak selalu jelas, kondisi ini sering terlambat ditangani.

Faktor Risiko yang Sama-sama Berbahaya

Baik pria maupun wanita memiliki faktor risiko yang mirip, seperti:

  • Tekanan darah tinggi

  • Kolesterol tinggi

  • Diabetes

  • Obesitas

  • Kurang aktivitas fisik

  • Pola makan tinggi lemak dan garam

  • Stres berkepanjangan

Di Indonesia, pola makan tinggi gorengan, santan kental, serta kurang olahraga juga meningkatkan risiko pada kedua jenis kelamin.

Jadi, Siapa yang Lebih Mudah Terkena?

Secara umum:

  • Pria lebih berisiko terkena serangan jantung di usia lebih muda.

  • Wanita berisiko meningkat setelah menopause.

Namun pada akhirnya, faktor gaya hidup dan kondisi kesehatan jauh lebih menentukan dibanding jenis kelamin semata.

Kabar baiknya, serangan jantung dapat dicegah dengan langkah sederhana seperti berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta mengontrol tekanan darah dan kolesterol.

Pria memang lebih rentan terkena serangan jantung pada usia lebih muda. Tetapi wanita tidak kebal, terutama setelah menopause. Yang paling penting bukan hanya jenis kelamin, tetapi bagaimana kita menjaga pola hidup sehari-hari.

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.

Herbal untuk menjaga tekanan darah : MADETENS
Herbal untuk kesehatan jantung : Teh Suqun

Related Posts

  • Puasa merupakan ibadah yang sangat dinantikan umat Muslim di Indonesia. Namun bagi penderita diabetes, puasa perlu dilakukan dengan persiapan yang matang agar kadar gula darah tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi. Berikut adalah tips puasa aman bagi penderita diabetes yang disusun berdasarkan rekomendasi medis dan lembaga kesehatan terpercaya. 1. Konsultasi ke Dokter Sebelum Puasa Sebelum

  • GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau asam lambung naik sering kambuh bukan hanya karena makanan, tetapi juga karena kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar kita lakukan. Banyak orang di Indonesia mengira kambuhnya GERD hanya karena telat makan atau konsumsi makanan pedas. Padahal, ada beberapa faktor lain yang sering jadi pemicu. Berikut kebiasaan yang bisa membuat GERD mudah

  • Saat berpuasa, rasa haus sering kali lebih mengganggu dibanding lapar. Tanpa disadari, beberapa makanan dan minuman yang kita konsumsi saat sahur justru membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Agar puasa lebih nyaman dan tidak mudah haus, berikut 8 makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi saat puasa, berdasarkan rekomendasi ahli gizi dan sumber terpercaya. 1️⃣ Makanan

  • Saat berpuasa, salah satu tantangan terbesar adalah menahan lapar dan tetap bertenaga sampai waktu buka. Untuk itu, penting memilih makanan sahur yang membuat kamu kenyang lebih lama dan membantu menjaga energi sepanjang hari. Berikut ini 7 makanan paling efektif bikin kenyang tahan lama, berdasarkan penelitian dan ahli nutrisi: 1. Telur Telur kaya akan protein tinggi,